[REQ_ERR: OPERATION_TIMEDOUT] [KTrafficClient] Something is wrong. Enable debug mode to see the reason. Tentang Aku dan Blitar | Grantika Pujianto Tentang Aku dan Blitar – Grantika Pujianto
BLOG HOBBY My Profile

Tentang Aku dan Blitar

on
7 April 2020

Dari sini aku mau berbagi pengalamanku dari sebuah daerah yang Eksotis, daerah dengan tanah yang subur, rakyat yang makmur dan berbagai macam aktifitas masyarakatnya yang kreatif dan inovatif.

Deburan ombak yang indah, ukiran kuno yang megah, terbitnya matahari dari balik perbukitan dan hamparan hijau yang luas, membuat siapapun yang datang kemari pasti akan merasa nyaman, untuk itu aku terus melangkah, membuka telinga dan mata, merasakan, mendengar dan melihat cakrawala dari berbagai tempat yang berbeda.

Dikatakan Bhumi Laya Ika Tantra Adi Raja, Bumi tempat bersemayamnya raja-raja Agung yang Merdeka

Setiap tempat yang aku kunjungi mempunyai pengalaman dan kesan masing masing, banyak bahasa, budaya, suku, ras, agama dan kearifan lokal yang sudah aku temui.

Kita harus menjelajah lebih jauh untuk menemukan sesuatu yang menarik, karena kemanapun kaki ini melangkah, jika kita yakin alam semesta pasti mendukung, jadi jangan takut untuk keluar dari zona nyaman, karena masih banyak kenyamanan tersembunyi di luar sana.

Banyak yang aku pelajari dari setiap perjalanan hidupku. Aku pernah menangis karena kehilangan, kecewa karena tidak dihargai, sakit hati karena di khianati, aku juga pernah terenyuh oleh suatu perbuatan yang mulia, mendendam kepada seseorang, bahkan menangis tersedu sedu karena teringat akan perbuatan dimasa laluku.

Semua itu telah banyak memberiku pengalaman serta pandangan hidup yang lebih baik, dimana aku bisa melihat bahwa setiap orang yang terlihat baik belum tentu berbuat baik, bahkan orang terdekat sekalipun, namun kita tidak bisa meremehkan orang lain yang mungkin kita menganggapnya bodoh, gila bahkan melakukan sesuatu yang tidak masuk akal bagi kita, tapi terkadang itulah kelemahan kita yang selalu melihat dari sisi negatifnya.

Setiap petualangan pasti akan berakhir, hal terpenting yang tersisa hanyalah memori, orang orang yang kita temui dan berbagai pengamanan terbaik.

Jangan takut untuk membuat perubahan dan tetaplah fokus untuk berkarya, suatu saat perbuatan dan hasil karya kitalah yang berbicara bukan mulut kita.

Marilah kita belajar dari hal sekecil apapun, karena guru terbaik adalah sejarah, kebenaran akan berkehendak kepada kejujuran dan kekuasaan tertinggi hanyalah milik Tuhan, Allah SWT.

Mari kita sebagai generasi muda, lebih berani mengambil keputusan yang tepat dan optimis bisa menjadi pelopor dalam membangun Negeri ini, terutama Blitar daerah kebanggaan kita ini supaya lebih baik, terhormat, bermartabat, berdaya saing dan Blitar semakin Kawentar.

Blitar adalah sebuah nama yang tak akan pernah hilang dari benak fikiranku, karena di tanah ini aku lahir dan di besarkan, di sini pula aku belajar, mengabdi dan berkarya, aku banyak menemukan sesuatu yang baru bahkan hal tak terduga aku temukan juga disini.
Ini sudah kesekian kalinya aku ziarah ke makam Bung Karno, Sang Proklamator sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia, beliau juga dikenal sebagai penyambung lidah rakyat, kekagumanku pada beliau tidak bisa aku ungkapkan dengan apa pun, sosok Bung Karno telah melekat dalam jiwaku dan aku yakin bangsa inipun juga demikian.

Bung, mungkin aku hanyalah sosok pemuda pada umumnya, tetapi darah juangku untuk mewujudkan cita citamu dab bangsa ini begitu besar, namamu tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi sudah terkenal diseluruh dunia, sudah nggak terhitung berapa kali aku menyapa, mengahampiri dan menaburkan bunga sekaligus mendoakanmu agar engkau bahagia dialam sana.

Oiya sebelumnya perkenalkan namaku Grantika Pujianto, aku seorang pemuda yang cinta dengan Petualangan, cerita Sejarah, Peradaban, Seni, Budaya dan Kearifan lokasi di Negeri ini. Sekarang aku mau bercerita tentang Blitar yang menjadi tanah kelahiranku, menurutku Blitar adalah daerah yang memiliki potensi dan pertumbuhan pertanian yang cukup subur, khususnya yg ada di blitar utara yaitu di sekitaran lereng Gunung Kelud, mungkin efek letusan gunung kelud itulah salah satu penyebabnya. Blitar juga memiliki puluhan Pantai yang indah, Perbukitan yang Asri, Pertanian yang melimpah, Ukiran Kuno yang Indah, Peninggalan Sejarah yang Megah, Ekonomi Kreatif yang Maju, Masyarakat yang Sejahtera, Keramah tamahan warga serta potensi Wisata Alam maupun Buatan yang sangat luar biasa.

Blitar adalah nama yang diambil dari kata Balitar yang berarti kembalinya bangsa Tartar, bangsa tar tar atau Mongolia adalah bangsa yang besar yang pernah mengusai hampir seluruh dunia, pada masa itu Nila Suwarno disuruh raja Majapahit untuk mengusir pasukan tartar yang masih berada di wilayah Blitar pada masa itu belum bernama Blitar, akhirnya berkat keberhasilanya itu Nila Suwarno di beri penghargaan sebagai Adipati Aryo Blitar yang pertama.

Banyak peradaban besar di Blitar yang tertulis jelas di batu prasasti dan Buku Sejarah Nusantara, di ceritakan Juga mulai dari kerajaan Kediri, Singosari, Majapahit hingga berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Banyak Tokoh, Pejuang, Pahlawan yang lahir, besar bahkan gugurpun di sini. Perjuangan para Pahlawan itu sudah memberikan banyak kontribusi kepada kita khususnya bangsa ini, kita sebagai generasi penerus harus bisa menghargai perjuangan para pahlawan ini, bahkan mereka para pahlawan yang tidak dikenal.

Dikatakan, Bhumi Laya Ika Tantra Adi Radja, bumi tempat bersemayamnya raja raja Agung yang Merdeka. Di ceritakan dalam sejarah Nusantara dan tertulis dalam kitab-kitab kuno seperti Kitab Negarakertagama dan serat pararaton, Anusopati raja kedua Singosari di darmakan di Candi Sawentar Kanigoro, Rangga Wuni atau Jaya Sri wisnu Wardana di darmakan di Candi Mleri Srengat, Raden Wijaya pendiri dan Raja pertama kerajaan Majapahit di darmakan di Candi simping Kademangan, Ken Arok di dharmakan di Candi Kalicilik, bahkan ada juga yang mengatakan Tribuana Wijayatunggadewi di darmakan di Candi Palah Penataran. hingga Bung Karno Proklamator sekaligus presiden pertama Republik Indonesia, yang kini makamnya tak pernah sepi di kunjungi oleh para peziarah dari berbagai daerah Nusantara bahkan di penjuru Dunia.

Di ceritakan Juga adanya Candi Palah atau Candi Penataran adalah candi keprabon yang pada masanya di gunakan untuk menyembah dewa Gunung, di katakan Prabu Hayam Wuruk pernah berkunjung ke candi Palah untuk menyembah dewa Gunung atau Sang Hyang Acalapati,
Dalam cerita yang beredar turun temurun dari nenek moyang kita juga bahwa Gunung Kelud dan Gunung Kawi adalah nama yang di berikan oleh orang Blitar, karena di jamanya Kajeg yang berarti Selatan, Kangen berarti Barat, Kelot berati Utara dan Kawitan berarti Timur, Dari sinilah nama Gunung Kelud di ambil dari Kata Kelot yang berarti Utara dan Gunung Kawi diambil dari kata Kawitan yang berarti Timur, sedangkan Weteng yang berarti tengah.

Blitar bukan kota kecil seperti kebanyakan orang bilang, tetapi Blitar adalah kota besar yang banyak menyimpan peradaban dan cerita sejarah yang luar biasa, selain sejarah kerajaan, Blitar juga memiliki sejarah lain yaitu penemu ikan mujair, ditemukan oleh mbah mujair yang sekarang makamnya berada di desa Papungan. Tokoh penerbangan Dunia Antony Fokker juga lahir di Blitar, 14 Februari 1945 Kota Blitar dikejutkan dengan kejadian yang menghebohkan. Sepasukan prajurit PETA (Pembela Tanah Air) pimpinan Shodanco Supriyadi dan Shodanco Muradi melakukan pemberontakan terhadap militer Jepang untuk pertama kalinya hingga menjadi cikal bakal pemberontakan di tempat lain. Untuk memperingati pemberontakan PETA tersebut, diadakan pertunjukan kolosal. event ini juga memberikan penghargaan pada para pahlawan, hingga kini setiap tanggal 14 februari, kami sebagai warga blitar memperingatinya sebagai Hari Cinta Tanah Air, 15 Agustus 1945 jepang menyerah kepada sekutu, setelah kekalahan Jepang dalam Perang Asia Raya, situasi ini dimanfaatkan oleh pasukan Peta untuk mendesak kemerdekaan, Bangsa Indonesia memiliki harapan besar untuk segera merdeka, seorang pemuda militan yang sangat gigih dan revolusioner, Bung Soekarni yang juga menjadi Proklamator menculik Bung Karno dan Bung Hatta untuk dibawa ke Rengas Dengklok, Jawa Barat, bermaksud mendesak para pemimpin bangsa itu untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, Bung Sukarni ini juga yang mengusulkan bahwa text Proklamasi di tanda tangani oleh Bung Karno dan Bung Hata atas nama Bangsa Indonesia, tepat 17 Agustus 1945 Bung Karno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Belum genap satahun Indonesia Merdeka, tentara inggris dan sekutunya mendarat dan menyerbu kota Surabaya, peran orang Blitar juga sangat penting di masa itu, ada sosok kyai dari Blitar yaitu KH. Mansur, beliau adalah penggembleng pasukan Hisbullah dan TKR yang di khususkan untuk Wilayah Jawa Timur, hampir semua senjata yang digunakan untuk perlawanan melawan sekutu yang dikenal dengan pertempuran 10 november terutama bambu runcing disepuh atau di hijib oleh KH. Mansur bahkan saat genting gentingnya Bung Tomo sempat sowan ke Kalipucung Blitar dan mohon doa restu kepada KH. Mansur atau yang di kenal Kyai Ali Yasin Kalipucung. ini adalah beberapa sejarah yang patut di banggakan khususnya kita sebagai warga Blitar. Karena selain itu masih banyak juga tokoh tokoh Blitar lain yang tak kalah pentingnya untuk kita ketahui.

Menurutku, petualangan adalah gaya hidup, dengan berpetualang aku dapat menemukan hal baru, orang baru, teman baru, sahabat baru keluarga baru dan hal hal menarik lainnya yang tak akan pernah terlewatkan dari petualangan ku ini adalah aku selalu mengabadikannya disebuah blog pribadiku, mulai dari facebook, Twitter, Instagram, Youtube, hingga di Website pribadiku, inilah aku, seorang pemuda, generasi milenial yang haus akan belajar belajar dan terus belajar.

Dalam berjalannya waktu aku menjadi sosok yang kuat, tegas dan mandiri, aku punya hobi berpetualang, photografi videografi, menikmati kopi, dan aku juga aktif di dunia programmer.

Aku ingin suatu saat nanti orang mengenalmu bukan cuma dari sekedar omongan orang lain, tetapi juga melihat karya yang sudah aku buat, karena menurutku suatu karya itulah yang nantinya akan berbicara, karena karya yang nyata itu seperti halnya sebuah monumen, yaitu peringatan untuk mengenang masa lalu dan untuk pelajaran untuk masa depan.

Deburan ombak di pantai, desiran angin, gemricik air, kicaun burung dan keramah tamahan warga masyarakat membuatku semakin kagum dengan tanah kelahiranku ini, iya 28th lalu aku telah lahir dan besar disini, di Blitar, daerah yang besar dan kaya akan peradaban, sejarah, budaya, kearifan lokal dan berbagai macam potensi Alamnya.

Inilah Blitar yang telah banyak memberi pengalaman hidup dan pengetahuan yang sangat luar biasa, aku mempunyai cita cita untuk menjadikan Blitar lebih Kawentar, lebih di kenal atau tersohor di seluruh Nusantara bahkan Dunia. Menurutku Blitar sudah baik, tetapi belum lebih baik dari yang aku bayangkan, begitu banyak komunitas dan aktifis pergerakan di blitar yang masih perlu diperhatikan serta dengarkan Aspirasinya,

Bung Karno, Penyambung lidah rakyat, Bapak Kemerdekaan, Bapak Bangsa, Bapak Pemimpin, Bapak Revolusi, Bapak Proklamator dan masih banyak panggilan lainya untukmu.

Bung, aku kagum denganmu, engkau cerdas, pemberani hingga mempunyai jiwa pemimpin yang berkarismatik, namamu terkenal dan pidatomu menggelegar sampai di penjuru dunia, bahkan sampai saat ini, aku masih sering mendengarnya.

Bung, aku mau menyampaikan pesan dari saudara kita sebangsa dan setanah air, negeri ini sekarang dalam keadaan kurang kondusif, mereka yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin, bahkan intoleransi menjadi pokok permasalahan utama negeri ini, aku yakin wibawa dan karaktermu masih ada sampai saat ini, masih melekat di jiwa-jiwa pemberani pemuda pemudi negeri ini, aku berharap semoga mereka para pemberani itu segera muncul di permukaan dan menyatakan siap melawan ketidak adilan dan kekerasan di negeri ini.

Aku selalu berdoa semoga engkau tenang di alam sana bung, jangan kau risaukan keadaan negeri ini, biar kami yang meneruskan perjuanganmu, insyaallah kami akan segera bersatu mewujudkan negeri yang berdaulat adil dan makmur.

Tugas terberat kita sebagai anak bangsa adalah menjaga kehormatan Negara.

Tidak selamanya jadi pejabat Pemerintahan, tidak selamanya menjabat jadi Presiden, Gubernur, Bupati ataupun DPR, yang selamanya itu adalah menjadi Rakyat.

Jadi kalau menjadi pejabat jangan sampai menjauh dari rakyat apa lagi membisu dengan keluhan Masyarakat, karena jika nanti menjadi Rakyat biasa, masih ada yang ngajak bicara dan Ngopi sambil canda tawa.

GrantikaPujianto

TAGS
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT

GRANTIKA PUJIANTO
Blitar, East Java. Indonesia

I like Adventure, Enjoying the Beauty of Nature, Writing, Drinking Coffee, Photography, Cinematography and Code is my life | do not forget to smile

My Gallery
AWARD
Film Manaqib Ulama
IPNU dan IPPNU
Brunei Darusalam
Negeri yang Kaya
Millennial
Generasi Milenial
Youtuber
Tokoh Pemuda
Rahasia Sukses
Bupati Blitar Kembali Apresiasi
Tentang Aku dan Petualanganku
Mengenal Caleg Termuda
Premier Film Sarung
Film Kawentar Sabet Juara
Film Kawentar Juara
Ekspedisi Sabuk Nusantara
Film Sarung Perdana di Putar
Pandemi Covid19 Tak Halangi Konten Creator
Konten Creator Asal Blitar Berkarya
Bedah Film SARUNG “Santri Untuk Negeri”
Bupati Berharap Blitar lebih di kenal lewat Film Kawentar
Film Kawentar tentang potensi Blitar
Bupati Blitar Nobar Film Kawentar
Bupati Blitar Nonton Bareng
Warga Blitar Serbu Pemutaran Film Kawentar
Bupati Apresiasi Film Karya Putra Daerah
Pria Blitar Wujudkan Kebanggaan Melalui Film
Premier Film Karya Anak Blitar
Film Kawentar Mulai di Putar di Bioskob Blitar
Film Kawentar Karya Anak Lokal
Bupati Blitar Hadiri Pemutaran Perdana Film SARUNG
Sarana Belajar Kaum Milenial